TIPS-TIPS

Akhir dari masa studi di mahasiswa selalu diakhiri dengan penulisan sebuah karya ilmiah. Khususnya di Indonesia nampaknya masih mensyaratkan mahasiswa untuk menulis di akhir masa studi. Tidak hanya di jenjang diploma saja, level sarjana, pasca sarjana, dan doktor pun masih juga harus “belajar”  menulis karya ilmiah. Padahal tidak semua mahasiswa mempunyai bakat menulis khan????

Mau gimana lagi bro….He..

Bagi yang mempunyai keterbatasan kosakata menulis karya ilmiah, semoga postingan berikut dapat memberikan pencerahan. Berikut  beberapa kesulitan dan langkah mengatasinya sewaktu ada tugas menulis tugas akhir.

  • KESULITAN IDE TULISAN (IDE TIDAK CEMERLANG)

Bagaimana mau nulis karya ilmiah kalau ide saja blank… alias mentok. Ini sering terjadi di kalangan mahasiswa lho..jangan salah. Sering-seringlah minuman yang anget-anget biar ide di kepala selalu moncer…Kalau masih ga moncer juga celupin aja kepala ke air es..(bcanda bro..).

Piss..gini caranya mendapatkan ide. Sewaktu magang kerja kan tidak hanya diem saja tohh…mesti ada yang dikerjakan, at least dilihat dan diamati. Nah Pertama, coba perhatikan dari kenyataan sehari-hari di tempat magang, barangkali didapatkan hal aneh yang tidak sama dengan apa yang telah dipelajari di bangku kuliah. Jika ada yang begitu maka itu adalah sebuah temuan yang cukup untuk jadi bahan tulisan TA. Kedua, Masuklah ke lemari arsip tempat magang (ijin dulu yah…) dan lihat-lihat data yang ada. Apakah ditemukan data yang mencolok ???, (bisa data yang terlampau jelek atau terlampau bagus). Jika ada yang demikian teruskan penggalian informasi tentang sesuatu yang telah terjadi terkait dengan data tersebut. Jika sudah tertangkap poin penting dan benang merahnya, segeralah ambil kertas dan tulis topik yang didukung dengan data tersebut. Ketiga, coba sekarang banyak-banyaklah omong sama orang di tempat magang (jangan hanya bengong bro..) coba cari informasi mengenai kelebihan maupun kekurangan tempat magang. Dengan sedikit dikomparasikan dengan teori yang ada di buku nampaknya cukup untuk menulis TA.

Penting !!!!, Jangan cari ide menulis TA di perpustakaan bro…selain temanya udah basi, kok ga da kreatif-kreatifnya tohhh jadi mahasiswa….Pisssss!!!!!!

  • PENULISAN LATAR BELAKANG YANG SALAH

Pasti sudah pada ngerti kan yang dimaksud dengan latar belakang penulisan…Yup, benul. Latar belakang penulisan adalah alasan kita mengapa perlu menulis topik tertentu. Ini ada hubungannya dengan cara memunculkan ide penulisan. Sering mahasiswa salah menuliskan latar belakang. Dimana salahnya?????

1. Latar belakang bukan sekedar pendahuluan alias basa-basi penulisan sebelum inti.

2. Latar belakang bukan curahan hasrat untuk menulis sesuatu. Biasanya dicirikan dengan kalimat begini “saya ingin menulis topik ini karena ingin tahu lebih dalam tentang xxx”. Jelas salah besar Non….

3. Latar belakang bukan landasan teori. Saking bingungnya banyak mahasiswa yang memasukkan banyak teori di latar belakang. Padahal you tau kan yang namanya teori mestinya kan masuk di landasan teori di bab berapa coba?????

Solusinya, pilihan ide penulisan yang benar memudahkan penulisan latar belakang. Kata kunci untuk menulis latar belakang adalah “KENAPA TOPIK INI PERLU DITULIS”. Beberapa kemungkinan jawaban yang benar untuk latar belakang  misalnya begini :

1. Pada praktek di lapangan Topik ini mempunyai perbedaan dengan teori di buku si fulan.

2. Berdasarkan data yang ada, topik ini terdapat perbedaan sehingga harus ditelusuri lebih lanjut letak kesalahannya.

3. Topik ini cukup update terkait dengan peristiwa yang baru saja terjadi.

4. Dsb.

  • BURUKNYA LANDASAN TEORI

Sebuah karya ilmiah sangat berbeda dengan karya fiksi layaknya novel atau cerpen. Dari struktur bahasanya jelas harus berbeda. Apalagi terkait dengan content atau isi. TA atau karya ilmiah harusnya mempunyai landasan teori yang diambil dari buku karya ilmuan terdahulu yang sudah diakui eksistensinya. Misalnya untuk pemasaran dikenal bukunya Pak Philip Kotler, untuk perdagangan internasional dikenal bukunya Om Amir MS, untuk ekonometrika dikenal bukunya Mr. Damodar Gujarati dsb.

Dalam menulis TA, mahasiswa sering mengabaikan landasan teori ini dan mengambil jalan pintas dengan jurus CP alias Copy Paste dari mbah google. Katastrophe alias kacau kalau sudah begini. Yang mendingan pakai jurus CPE, copy paste and edit. Maksudnya mendingan masih mau ngedit…gitu bro…tp sebenernya sama-sama kacaunya..

Yang bener gini choi…ambil beberapa buku yang berhubungan dan mendukung topik yang ditulis. buat catatan kecil di bagian mana dari buku yang mendukung penulisan TA. Sukur-sukur dapat meringkasnya atau mengutip sebagian sebagai landasan teori. Perhatikan kemutakhiran buku, jangan buku keluaran jaman nenek moyang masih dipakai untuk referensi. Sudah ga support lagi to ya…minimal ya 10 tahun terakhir lah. Makin banyak buku referensi yang digunakan, makin bagus landasan teorinya. Gituuu!!!!!

  • TIDAK KONSISTENSI DALAM PENULISAN

Orang dikatakan konsisten jika apa yang diucpkan sama dengan apa yang dilakukan. Kira-kira begitu kan Sodara-sodara. Nah sewaktu menulis tugas akhir masalah yang cukup sering terjadi juga adalah persoalan konsistensi. Antara latar belakang, landasan teori, pembahasan, dan kesimpulan sering secara tiba-tiba muncul sesuatu hal yang baru. Ini adalah sebuah kesalahan dont try it anymore. Ok !!

Konsistensi antara latar belakang, pokok permasalahan, tujuan penulisan, manfaat penulisan, pembahasan, kesimpulan, dan saran harus dijaga biar TA kita tidak dicorat-coret sama pembimbing. (Maklum  karya ilmiah pembimbing kita  dulu juga dicorat-coret sama pembimbingnya). Kalau sudah dicorat-coret biasanya sakit ati khan???, udah ngerjainnya lama disalahin lagi…..He…makanya konsisten dunk.

I think that’s all for this time. Inggrisnya indonesia banget gpp. To be..continued.

This page has the following sub pages.

2 responses so far

2 Responses to “TIPS-TIPS”

  1. mulyadion 25 Jan 2012 at 1:13 pm 1

    Pertama Ajeng, ngarti dulu apa negoisasi LC…Hanya eksportir yang mempunyai fasilitas NWE (Negosiasi Wesel Ekspor) saja yang bisa menegosiasi dokumennya, dan eksportir yang tidak mempunyai fasilitas NWE tentunya tidak bisa menegosiasi dokumennya. Bahan yg dimaksud??

  2. mulyadion 03 Apr 2012 at 9:20 am 2

    mungkin kelewat telat nih balesnya..tp menurut saya prinsipnya bisa. Hanya saja mungkin penekanan pembahasan mengenai SPI yang harus dikonsultasikan kepada DPL. terima kasih.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply